Proses Pengalengan Makanan

Kategori : Informasi | Sub Kategori : Wawasan Posted on 2019-09-06 10:17:57


Proses Pengalengan Makanan

    Saat ini sudah ada banyak sekali pabrik makanan yang mengeluarkan produk dalam bentuk kalengan, termasuk PT. Suryajaya Abadiperkasa ( olehmasyarakat sekitar dikenal dengan pabrik jamur ) yang mengeluarkan produk olahan jamur dan olahan daging . Namun, dibalik semua itu ada tahapan yang cukup panjang dalam proses pengepakkan makanan dalam kaleng.

 

Tahapan Mengemas Makanan Kaleng

 1. Tahap Exhausting

    Tahap pertama yang dilalui dalam pengemasan makanan kaleng adalah pembuangan udara atau exhausting. Tujuan exhausting sangat beragam, beberapa diantaranya adalah untuk mengurangi korosi, mengeluarkan gas yang berasal dari makanan hingga mencegah terjadinya tekanan udara yang berlebihan di dalam kaleng.

    Proses exhausting sendiri terbagi atas beberapa cara, pertama adalah dengan exhausting termal. Caranya adalah dengan mengisi wadah dengan bahan yang telah dipanaskan dengan tujuan untuk mengeluarkan gas, kemudian ditutup. Cara kedua adalah dengan mengisinya dengan panas hingga suhu 71-82 derajat Celcius.

 

2. Tahap Sealing

    Langkah selanjutnya adalah memasang penutup dari wadah tersebut secara rapi dan tepat. Tujuannya adalah untuk menghindari faktor kerusakan dari dalam maupun mencegah terjadinya bakteri masuk setelah dilakukan sterilisasi wadah. Pada tahap ini, penutupan dilakukan menggunakan alat khusus.

    Sebelum dilakukan penutupan, wadah tersebut dicek terlebih dahulu, apakah head speace sudah sesuai dengan aturan atau belum. Jika sudah, maka dilakukan penutupan secara sempurna dan selanjutnya tinggal membersihkan sisa-sisa bahan yang ada disekitar wadah. Pembersihan kaleng tersebut menggunakan air panas yang sudah diberi larutan H2PO4, lalu dibilas lagi dengan air bersih.

 

3. Tahap Sterilisasi

    Sterilisasi atau processing merupakan tahapan memanaskan kembali wadah beserta dengan isinya pada suhu dan waktu tertentu. Tujuannya adalah untuk mengurangi resiko penyebab kerusakan pada makanan di dalamnya. Proses ini tentunya tidak menimbulkan over cooking pada makanan di dalamnya karena sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

     Adapun suhu yang digunakan beragam dan ditentukan dari jenis produk yang terdapat dalam wadah tersebut. Perbedaan tersebut disebabkan karena masing-masing makanan memiliki kecepatan penetrasi yang berbeda-beda. Disisi lain, ketahanan panas dan ketahanan terhadap bakterinya juga berbeda-beda.

 

4. Tahap Cooling

    Cooling atau tahap pendinginan memiliki banyak tujuan, salah satunya adalah untuk mencegah munculnya spora dari bakteri perusak dari makanan di dalamnya yang belum mati sempurna. Cara mendinginkannya adalah dengan memanaskan terlebih dahulu wadah tersebut, kemudian ditempatkan pada air yang dingin.

     Pendinginan sebaiknya dilakukan hingga suhunya berada di atas suhu ruangan pada normalnya. Tujuannya adalah butiran air yang menempel pada wadah tersebut dapat menguap dengan cepat dan tentunya menghindari pengaratan dini.

  

5. Tahap Finishing dan Checking

    Ini merupakan tahap akhir dari rangkaian proses makanan yang dikemas dengan kaleng, yaitu finishing serta checking. Pada tahap ini, kaleng makanan tersebut akan dicek terlebih dahulu kondisi dan beratnya apakah sudah sesuai atau belum. Apabila kaleng dalam kondisi tidak baik atau tidak layak, maka akan direject dan tidak ikut dipasarkan.

 

Syarat Penyimpanan Makanan Kaleng

  Setelah melalui proses pengalengan, nantinya produk tersebut akan disimpan pada suatu tempat. Penyimpanan ini bertujuan agar kondisi produk dalam kaleng tidak berubah bentuk maupun kualitasnya ketika diangkut ataupun dipasarkan nantinya. Pada umumnya, tempat untuk menyimpan sementara makanan kaleng tersebut adalah pada suhu 15 derajat Celcius.

    Jika tempat penyimpanan melebihi suhu tersebut, nantinya akan mengakibatkan korosi pada kaleng hingga perubahan aroma pada makanan tersebut. Adapun persyaratan lain untuk penyimpanan makanan dalam kaleng adalah pastikan suhu ruangan tersebut rendah. Disisi lain, perhatikan ventilasi udara dalam ruangan tersebut, apakah sudah baik atau belum.

     Produk dalam bentuk pengalengan makanan tidak selamanya dinilai negatif. Pasalnya yang negatif tersebut adalah mereka yang tidak mengetahui bagaimana cara menyimpan hingga mengolahnya dengan benar. Saat ini sudah ada produk makanan dalam kaleng yang berkualitas bagus dan terjamin mutunya. Penasaran dengan produknya? Silahkan kunjungi sjap.co.id untuk informasi selengkapnya.